Minggu, 10 November 2013

Moralitas Pelajar Zaman Sekarang

Diposting oleh Taty saeng G di 21.26

Masa remaja adalah masa yang tak pernah terlupakan dan merupakan masa yang paling indah... "Jika masa itu terlewatkan maka ia akan merasa rugi..." setidaknya begitulah kata anak-anak remaja sekarang ini.
            Di jaman Era globalisasi ini kita sebagai remaja  dituntut untuk mejadi seorang remaja yang tidak “Gaptek” (Ketinggalan Jaman) dengan adanya peran media di jaman sekarang ini yaitu seperti (televisi, radio, majalah, HP, dan internet) telah mempengaruhi perilaku moralitas remaja.
            Pengaruh globalisasi terhadap remaja itu begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak remaja kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari remaja sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja - remaja kita yang berdandan seperti selebritis. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan.
            Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna, mengikuti trend gaya rambut ala-ala jaman sekarang seperti di skin, mohak, di gimbal, memasang hair extention (rambut sambungan) dan model-model lainnya seperti penyanyi girl band atau boy band dari luar negeri. Mereka melakukan itu semua demi mengikuti trend masa kini dan mengikuti gaya atau penampilan idola mereka (artis) yang mereka lihat banyak di media . Selain itu juga kebanyak para remaja sekarang yang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa kita dengan berpenampilan yang sopan. Dan di dunia remaja akhir-akhir ini juga banyak di beritakan  oleh fenomena dan masalah-masalah yang terjadi pada remaja jaman sekarang ini yang menjadi kabar buruk dan tidak baik untuk di contoh, dan dilakukan. Seperti banyaknya tawuran pelajar, kebiasaan bolos sekolah, suka terhadap minuman keras, Kecanduan merokok, dan tidak jarang remaja jaman sekarang yang menggunakan Narkoba.
            Karena ingin mendapatkan kesenangan di masa remaja, banyak anak-anak remaja mengorbankan uangnya hanya untuk sekedar berfoya-foya merusak dirinya karena tingginya perasaan ingin tau serta dorongan dari teman-temannya. Seorang gadis yang harusnya menjaga keperawanannya sekarang sudah banyak yang tidak perawan. Pelajar yang harusnya pergi ke sekolah malah bermain-main keluyuran di jalan umum, uang sekolah yang harusnya dibayar malah dihabiskan sendiri hanya untuk bersenang-senang. Mereka tidak menyadari betapa sulitnya orang tua mereka mencari nafkah. Hanya demi anaknya, orang tua rela menahan perutnya yang lapar, menahan sakitnya mencari uang. Apakah mereka sadar akan hal itu? semoga saja begitu....
            Selain itu, Teknologi internet juga merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari, seperti update di situs jejaring sosial. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan siswa/siswa yang menggunakan internet itu tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
            Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan bahkan cuek dan  tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka.
Untuk itu, kita sebagai manusia harus pintar-pintar dalam memilih teman dan bergaul. karena pergaulan merupakan salah satu faktor utama yang dapat membentuk kepribadian seseorang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Taty Harlini Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos