Rabu, 26 Desember 2012

REVIEW: KESIMPULAN (Jurnal 2)

Diposting oleh Taty saeng G di 22.18

REVIEW

PENGEMBANGAN KOPERASI INDONESIA SUATU ORIENTASI DARI KONDISI SOSIAL, BUDAYA DAN EKONOMI DALAM RANGKA GLOBAISASI
Oleh
Usman Moonti

KOPERASI INDONESIA MASA MENDATANG DAN KESIMPULAN


NAMA       :  TATY HARLINI MANURUNG
NPM          :  28211269

Koperasi Indonesia Masa Mendatang

Era globalisasi membawa perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan, khusunya pada kehidupan ekonomi. Dengan semakin terbukanya pasar global maka para pelaku ekonomi dituntut melakukan pembenahan terhadap kmerjanya dalam rangka memenuhi kualitas produk dan jasa yang dikehendaki pasar. Koperasi sebagai salah satu. pelaku ekonomi mau tidak mau akan berhadapan dalam persaingan yang semakin ketat apa lagi penggerak utama dalam perdangan global didasarkan pada pada paham kapitalisme (lbnoe Soejono : 1998)
Tujuh peluang koperasi yaitu : Pertama, mutu perifikasi dari partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan kontrol sehingga peran pemerintah hanya sebagai facilitator dalam pengembangan koperasi. Kedua, peningkatan peran koperasi dalam memacu pertumbuhan koperasi dengan menggerakkan sumber daya dan informasi yang dapat diraih dalam lingkup swadaya dan swakarsa koperasi. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi perlu dikaitkan dengan pertumbuhan bisnis koperasi sehingga bisa muncul pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan bisnis koperasi. Ketiga, mutu cooperativism dalam koperasi perlu ditingkatkan antara lain melalui pengembangan sumber daya manusia melalui gugus kendali inutu yang memadai dari waktu ke waktu. Keempat, koperasi hams meraih brain gain yang memadai untuk memacu kewirausahaan koperasi dan teknologi koperasi yang relevan dengan kebutuhan anggota koperasi. Kelima, iklim bisnis perlu memberikan peluang agar koperasi dapat berkembang dengan balk, antara lain melalui kemitraan dengan perusahaan swasta dan BUMN yaitu meletakkan dasar sebagai subyek bukan obyek karena itu aneka implikasi dari feodalisme kerja sama selama ini perlu dihilangkan. Keenam, peluang bisnis bagi koperasi perlu dikembangkan dalam peta bisnis yang pro pada kepentingan koperasi seperti dalam produksi, distribusi, retail bisnis, impor dan ekspor. Sehubungan dengan hal itu maka aneka bisnis yang dirasakan menggunting pemekaran jaringan binis koperasi perlu dihilangkan. Ketujuh, Kondisi bisnis yang dipacu oleh koperasi yang memiliki kemampuan yang semakin memadai dengan aneka bisnis di sektor formal dan informal.
****

KESIMPULAN

Koperasi diyakini sebagai bangun usaha yang paling sesuai dengan ekonomi kerakyatan yang mampu menciptakan kemakmuran dan keadilan bagi anggota yang berperan juga sebagai pemilik.
Koperasi di Indonesia menghadapi berbagai permasalahan dalam setiap komponen lingkungan organisasi. Permasalahan tersebut saling berpengaruh sate sama lain. Untuk keluar Bari pernasalahan, komponen-komponen tersebut hares cermat mengamati atau mengoreksi dengan menciptakan budaya perusahaan yang diawali oleh perubahan perilaku individu. Komitmen terhadap jati diri dengan dukungan perubahan atmosfir lingkungan koperasi memungkinkan koperasi dapat menghadapi masa depan dengan strategi, kebijakan, metode yang akan mengantarkan koperasi sebagai pelaku ekonomi terbaik dalam pasar global.
****

Daftar Pustaka

Syarifuddin Baharsyah, (1997) Koperasi sebagai Jembatan emas Memberdayakan ekonomi Kerakyatan, Koperasi Indonesia Menghadapi Abad 21. Jakarta: DEKOPIN.
Covey, Stephen R., (1993) , The -7 Habits of Hight Effective People, New York : Simon & Schuster Inc.
Hliczynski, Andrezej A., David A. Buchanan (1991). Organizational Behavior
An Introduction Text, Second Edition, New York: Printice Hall
M.J. Kasiyanto, (1997) Koperasi Anak Lemah Mental, Koperasi Indonesia
MenghadapiAbad ke-21, Jakarta: DEKOPIN.
Kohler, John P, and Heskett L. James, (1997), Corporate Culture and Performance, Dampak budaya kerja terhadap kinerja Jakarta: Penhallindo.
Munkner, Hans H. (1997). Masa depan Koperasi. Terjemahan Djabaruddin Djohan: Bandung: IKOPIN.
Munkner, Hans H. (2001), Penemuan Kembali Koperasi dalam Kebijakan
Pembangunan. Alih Bahasa Maria P.N., Jakarta :Yokama - PGI.
U. Sanurdin Natadirana,. (2002) Falsafah, Konsep dan Kebijakan Pendidikan
Koperasi. 20 Pokok Pemikiran tentang Pembangunan Koperasi.
Editor. H. Rusidi dan Maman Suratman, Bandung: IKOPIN)
Ropke, Jochen (2000), Ekonomi Koperasi : Teori dan Manajennen. Teriennahan Sri Djatnika S. Armen. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Salim Siagian, (2001), Ekonomi rakyat dan sistem Ekonomi kerakyatan,
Manajemen Usahawan No. 02. Thn XXX. Pebruari, hlm. 39.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Taty Harlini Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos