Kamis, 27 Desember 2012

REVIEW: METODE PEMBAHASAN (Jurnal 3)

Diposting oleh Taty saeng G di 14.58
REVIEW

MENINGKATKAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM
PERKULIAHAN EKONOMI KOPERASI MELALUI PENDEKATAN
CONTEXTUAL TEACHING
AND LEARNING
Oleh
Y.M.V. Mudayen dan P.A. Rubiyanto

METODE PENGEMBANGAN


NAMA       :  TATY HARLINI MANURUNG
NPM          :  28211269

METODE PENGEMBANGAN

1.      Jenis Penelitian

Rancangan pengembangan penclitian ini menggunakan rancangan pengembangan penclitian untuk peningkatan Icualitas pembelajaran (research for instructional improvement) yang dilaksanakan dengan jenis penelitlan tindakan kelas (classroom action research). Penelitian ini berlangsung dengan dua siklus. Setiap sMiis metalul tahap: pereneanakan- -tindakan--observasi—refleksi.

2.        Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian pengembangan ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Ekonomi,
Universitas Sanata Dharma, tahun ajaran 2007/2008. Penelitian dilaksanakan
pada bulan April sampai dengan Nopember 2007. Pelaksanaan tindakan
dilaksanakan bulan Jul] sampai Oktober 2007.1) 2)

3.        Subjek dan Objek Penelitian

Dala-tnpenclitianpengenibaiiganiniyangmeiijadisubjckpenelitianpengembangati adalah down Pendidikan Ekonorn], Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pengampu Mata Kuliah Ekonomi Koperasi dengan jumlah subjek yang terlibat sebanyak 1 orang, Objek penclitian pengembangan ini adalah partisipasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang mengikuti Mata Kuliah Ekonomi Koperasi tahun 2007. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam penclitian ini.sebariyak 32 orang.

4.      Prosedur Penelitian

Prosedur penclitian dibagi daiam dua rencana tindakan yaitu rencana tindakan siklus 1 dan rencana tindakan siklus 2 yang terdiri dari kegiatan perencainaaD-observasi­refleks'. Untuk Siklus 1, penerapan pcndekatan CTL menggunakan metode kerja kelompok berupa pembuatan media mind map dan diskusi kasus dalam kelompok. Sedangkan untuk siklus 2, penerapan pendckatan CTL menggunakan metode kerja kelompok berupa pembuatan media mind map dan diskusi kasus dalam kelompok ditambah dengan presentasi hasil survey ke koperasi tertentu.

Tabel 1. Indikator Keberhasilan Siklus 1 dan siklus 2
Aspek
Pencapaian
Siklus 1
Pencapaian
Siklus 2
Keaktifan mahasiswa mengajukan pertanyaan
dengan inisiatif sendiri
10%
15%
Ketepatan waktu melakukan eksplorasi
(membuat mind map, mengerj akan kasus)
40%
50%
Interaksi antar mahasiswa dalam kerja kelompok
20%
40%
Kemampuan mahasiswa membuat mind map dan hubungan antar konsep
50%
70%
Ketepatan dalam menjelaskan mind map dan  menghubungkan antar konsep 65% 80% hubungan  antar konsep.

65%
80%
Kemauan dan keberanian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dosen dengan inisiatif  sendiri 10% 15% yang diajukan oleh dosen dengan inisiatif sendiri

10%
15%


5.      Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penclitian ini meliputi: lembar observasi, lembar penilaian studi kasus, lembar penilaian mind map, dan catatan dosen. Instrumen observasi disusun berdasarkan komponen dasar pembelajaran yang menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning dengan metode kerja kelompok yang memberi penekanan pada mind map, case study dan metode, survey Berta tes prestasi belajar digunakan untuk mengetahui kualitas basil belajar.

6.      Analisis Data

Untuk menganalisis data digunakan analisis deskriptif dan persentase. Analisis data didasarkan pada basil observasi, basil pembuatan media mind map, basil diskusi dan presentasi basil survey untuk mengetahui tingkat partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan.


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

·         Hasil Observasi Pra Implementasi Tindakan Siklus 1

Hasil observasi tentang partisipasi mahasiswa pro Implementasi tindakan Siklus 1 dapat diamati pada Label sebagai bcrikut:


Tabel 2. Hasil Observasi partisipasi Mahasiswa
Pra Implementasi Tindakan Siklus Satu
Aspek
Frekuensi
Waktu
Pencapaian
Pra
imlementasi
Siklus 1
Keaktifan mahasiswa mengajukan pertanyaan dengan inisiatif sendiri
1
100 mt
3,125%
Ketepatan waktu melakukan eksplorasi (membuat mind map; mengerjakan kasus)
0
0 mt
0%
Interaksi antar mahasiswa dalam kerja kelompok
0
0 mt
0%
Kemampuan mahasiswa membuat mind map dan hubungan antar konsep
0
0 mt
0%
Ketepatan dalam menjelaskan mind map dan hubungan antar konsep
0
0 mt
0%
Kemauan dan keberanian menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh dosen dengan inisiatif sendiri
I
100 mt
3,125%


Hasil observasi pra implementasi tindakan siklus I menunjukkan bahwa semua aspek yang diamati secara khusus dalam penelitian ini masili jauh di bawah target yang ditetapkan. Ditinjau dari aspek keaktifan mahasiswa mengajukan pertanyaan dengan inisiatif sendiri, hanya 1 (3,125%) orang mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan. Hal ini terjadi karena dosen terlatu banyak  memberikan penjelasan dan para mahasiswa sibuk mencatat penjelasan dosen. Akibatnya, hanya mahasiswa yang punya inisiatif tinggi yang mengajukan pertanyaan dengan inisiatif sendiri.
Di sisi lain, hanya 1 orang (3,125%) mahasiswa yang memiliki kemauan dan keberanianmenj'awab pertanyaan yang diajukan oleh dosen dengan inisiatif sendiri. Mahasiswa tersebut memiliki kemauan dan keberanian mengajukan pertanyaan dengan inisiatif sendiri karena mahasiswa tersebut memiliki kemauan besar untak maju, bukan karena efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan dosen.
Hasil Pengembangan dan Pembabasan Siklus 1
Penerapan pendekatan (CTL) pada siklus 1 menggunakan  metode kerja kelompok dengan kegiatan pernbuatan mind map dan studi kasus dapat diamati pada tabel berikut ini:



Tabel 3. Hasil Penerapan CTI, pada Siklus 1
Aspek
Frekuensi
Waktu
Pencapalan
implementasi
Siklus 1
Keterangan
Keaktifan mahasiswa


15,63%
Sudah
mengajukan pertanyaan
dengan inisiatif sendiri
5 orang
100 mt
(5/32x 100%
tercapai
(melebihi
target
minimal




10%)
Ketepatan waktu melakukan


25%
Belum
eksplorasi (membuat mind
2
45 mt
(2/8x 100%)
tercapai
map, mengerjakan kasus)
kelompok


(kurang
dari target
minimal




40%)
Interaksi antar mahasiswa


46,875%
Sudah
dalam kerja kelompok
15 orang
45 mt
(=15/32x100)
tercapai




(mclebihi
target
minimal 20%
Kemampuan mahasiswa,
membuat mind map clan
2
45 mt
25%
(=2/8x 100'Yo)
Belum
tercapai
hubungan antar konsep
kelompok


(kurang
dari target
minimal




50%)
Ketepatan dalam


50%
Belum
menjelaskan mind map dan
2
40 mt
(=2/4x 100%)
tercapai
hubungan antar konsep
kelompok


(kurang
dari target
minimal




65%)
Kemauan dan keberanian


6,25%
Belum
menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh dosen dengan
inisiatif sendiri
2 orang
100 mt
(=2/32x 100%)
tercapai
(kuranc,
dari target
minimal




10%)


Penerapan CTL pada siklus 1 menunjukkan bahwa aspek keaktifan mahasiswa mengajukan pertanyaan dengan inisiatif sendiri sudah tercapai. Pada saat kelompok tertentu melakukan presentasi mind map dan pembahasan kasus tentang Ideologi Koperasi dan. Riwayat Timbulnya Koperasi di Luar Negeri, terjadi tanya jawab dan diskusi yanc, menarik. Hal ini teijadi karena, para mahasiswa tersebut tidak sependapat dengan jawaban kelompok presentasi tentang pemecahan kasus dari kelompok penyaji.
Hasil penerapan dalam siklus 1 juga menunjukkan bahwa target ketepatan waktu melakukan ekplorasi (membuat mind inap dan mengedakan kasus) minimal 40% belum tercapai. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, pembuatan media mind map masih asing bagi para mahasiswa. Kedua, togas yang diberikan kepada para mahasiswa terlalu banyak, dalam waktu hanya 45 menit. Akibatnya, pembahasan kasus kurang mendalam.
Ditinjau dari aspek interaksi mahasiswa dalam kerja kelompok, ada 15 orang (46,875%) melakukan interaksi secara intensif dalam kelompok. Hal ini melebihi target minimal yang telah ditetapkan yaitu sebesar 20%. Para merasa senang melaksanakan pembelajaran dengan metode n2indinap dan diskusi kasus karena mereka bisa berproses dalam kelompok. Mahasiswa mendapat banyak kesempatan mengemukakan pendapat, menuangkan gagasan, mempertahankan pendapat dengan argumen rasional dan melaksanakan tanya jawab.
Untuk aspek kemampuan mahasiswa membuat mind map dan hubungan antar konsep, ada 2 kelompok (25%) dari total 8 kelompok diskusi yang dapat membuat mind map dan hubungan antar konsep secara tepat. Fakta tersebut kurang dari target yang telah ditetapkan sebesar 50%. Hal ini disebabkan olch minimnya pengalaman para mahasiswa membuat mind map dan hubungan antar konsep. Mereka terbiasa menjadi pendengar saat dosen menjelaskan di kelas.
Untuk ketepatan menjelaskan mind inap dan hubungan antar konsep, hanya 2 kelompok (50%) dari total 4 kelompok yang ditunjuk mempresentasikan hasil kerja kelompok. Fakta tersebut kurang dari target minimal yang ditetapkan sebesar 65%. Hal ini tedadi karena para mahasiwa belum punya cukup pengalaman menjelaskan naiad n2ap secara sistematis.
Untuk aspek kemauan dan keberanian menjawab pertanyaan yang dlajuk-an oleh dosen dengan inisiatif sendiri, hanya 2 orang mahasiswa mau dan berani menjawab pertauyaan dosen dengan inisiatif sendiri. Fakta tersebut kurang dari target minimal yang ditetapkan sebesar 10%. Hal ini tedadi karena mindset mahasiswa masih sebagai pendengar ceramah dosen clan pencatat yang baik.

·         Hasil Pengembangan dan Pembahasan Siklus 2

Penerapan pendekatan (CTL) pada siklus 2 menggunakan metode kerja kelompok dengan kegiatan pembuatan mind map dan studi kasus yang dipadukan dengan metode presentasi hasil survey ke koperasi tertentu. Peserta k-uliah sebanyak 31 orang. Hasil penerapan tindakan siklus 2 untuk pertemuan pertama dapat diamati pada tabel berikut ini:
Tabel 4. Hasil Penerapan CTL pada Siklus 2
Aspek
Frekuensi
Waktu
Pencapaian
implementasi
Siklus 2
Keterangan
Keaktifan mahasiswa


19,35%
Sudah tercapai
mengajukan
6 orang
100 mt
(5/3 1 x
(melebihi target
pertanyaan dengan
inisiatif sendiri


100%
minimal 15%)
Ketepatan waktu
4

50%
Sudah tercapai
melakukan
eksplorasi (membuat
mind map,
mengerjakan kasus)
kelompok
45 mt
(4/8x 100%)
(sesuai target
minimal 50%)
Interaksi antar mahasiswa dalam kerja kelompok
17 orang
45 mt
4,84%
Sudah tercapai (melebihi target minimal 40%)
Kemampuan
6

75%
Sudah tercapai
mahasiswa membuat
mind map dan
c,
hubunga
hubunan antar
kelompok
45 mt
(-6/8x 100%)
(melebihi target
minimal 70%)
Ketepatan dalam menjelaskan mindmap dan hubungan antar konsep
2 kelmpok
40 mt
66,67%
(=2/3x 100%)
Belum tercapai (kurang dari target minimal 80%)
Kemauan dan keberanian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dsen dengan inisiatif sendiri
3 orang
100 mt
9,06%
(=3/31x 100%)
Belum tercapai (kurang dari target minimal 15%)


Penerapan CTL pada siklus 2 menunjukkan bahwa aspek keaktifan mahasiswa mengajukan pertanyaan dengan inisiatif sendiri sudah tercapai. Pada saat kelompok tertentu melakukan presentasi mind inap dan pembahasan kasus tentang Perkembangan Koperasi Indonesia serta presentasi basil survey ke koperasi, terjadi tanya jawab dan diskusi menarik. Hal ini terjadi karena para mahasiswa tersebut tidak sependapat dengan pemecahan kasus kelompok penyaji. Mereka juga mengharapkan penjelasan lebih lanjut tentang basil survey ke koperasi,
Ditinjau dari aspek interaksi mahasiswa dalam keija kelompok, ada 17 orang (54,84%) melakukan interaksi secara intensif dalam kelompok, melebihi target minimal yang ditetapkan sebesar 40%. Hal ini berarti metode pemberian tugas dalam bentuk mind map dan diskusi kelompok serta presentasi basil survey ke koperasi mendorong mahasiswa berinteraksi secara intensif di dalam kelompok.
Untuk aspek kemampuan mahasiswa membuat mind map dan hubungan antar konsep, ada 6 kelompok (75%) dari total 8 kelompok diskusi yang dapat membuat mind map secara tepat. Fakta tersebut melebihi target yang ditetapkan sebesar 70%. Para mahasiswa mulai terbiasa menuangkan gagasannya dalam bentuk mind n7ap. Para mahasiswa mulai mernaharni secara tetap tentang cara membuat mind map dan penyelesaian kasus secara tepat.
Untuk ketepatan menjelaskan mind map dan hubungan antar konsep, ternyata hanya 2 kelompok (50%) dari total 4 kelompok yang ditunjuk mempresentasikan basil kcija kelompok. Fakta tersebut kurang dari target minimal yang ditetapkan sebesar 80%. Hal ini terjadi karena para mahasiwa belum cukup mumpuni menjelaskan mind map secara sistematis.
Untuk aspek kemauan dan keberanian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dosen dengan inisiatif sendiri, hanya 3 orang (9,06%) mahasiswa mau dan berani menjawab pertanyaan dosen dengan inisiatif sendiri. Fakta tersebut kurang dari target minimal yang ditetapkan sebesar 15%. Hat ini tedadi karena Mindset mahasiswa masih sebagal pendengar ceramah dosen dan pencatat yang baik.





Tabel 7. Rangkuman Hasil Pengembangan Semua Siklus
Aspek
Siklus I
Siklus H

Pertemuan I
Pertemuan II
Pertemuan I
Pertemuan II
Kcaktifan
15,625%
20%
19,35%
24,14%
mahasiswa
(target
(target
(target
(target
mengajukan
pertanyaan dengan
inisiatif sendiri
minimal 10%)
minimal 10%)
minimal 15%)
minimal 15%)
Ketepatan waktu
25%
37,5%
50%
50%
melakukan
(target
(target
(target
(target
eksplorasi
(membuat mind
map, mengerjakan
kasus)
minimal 40%)
minimal 40%)
minimal 50%)
minimal 50%)
Interaksi antar
46,875%
56,67%
54,84%
75,86%
mahasiswa dalam
(target
(target
(target
(target
kerja kelompok
minimal 20%)
minimal 20%)
minimal 40%)
minimal 40%)
Kemampuan
25%
62,5%
75%
75%
mahasiswa
(target
(target
{target
(target (tarcret
membuat
mind map clan
hubungan antar
konsep
minimal 50%)
minimal 50%)
minimal 70%)
minimal 70%)
Ketepatan dalam
50%
75%
66,67%
75%
menjelaskan
(target
(target
(target
(target
mind map dan
hubungan antar
konsep
minimal 65%)
minimal 65%)
minimal 80%)
minimal 80%)
Kernauan dan
6,25%
10%
9,06% -
13,79%
keberanian
(target
(target
(target
(target
menjawab
pertanyaan yang
diajukan oleh
closcri dengan
inisiatif sendiri
minimal 10%)
minimal 10%)
minimal 15%)
minimal 15%)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Taty Harlini Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos